Berawal dari alam rohani, kita ditanya oleh Tuhan yang maha absolut (maha ada, maha segalanya) “Bukankah Aku Tuhanmu?”, kita menjawab “Benar, Engkaulah Tuhan kami, kami bersaksi” (QS. Al-A’raaf: 172). Kemudian Allah memberikan kita kehidupan dengan berbagai nikmat di dalamnya.
Berbicara tentang kehidupan, hidup ini merupakan suatu kenikmatan yang besar, kehidupan adalah keindahan yang luar biasa. Allah, sebagai Pencipta mesin alam semesta yang maha rumit ini, telah menetapkan ketentuan-ketentuan kehidupan (seandainya mesin alam semesta ini adalah sebuah program komputer, Allah telah membuat kode-kode program sangat sempurna) yang disebut sebagai sunnatullah. Misalnya, Allah telah menetapkan bahwa bumi memiliki gaya tarik yang disebut gaya gravitasi, semua yang ada di bumi akan tertarik ke bawah (ya, kalo kita jatuh dari ketinggian 2 meter, kemungkinan kaki kita bisa patah). Contoh lain sunnatullah adalah; bila berbohong, tidak dipercaya orang; bila belajar, menjadi pandai; bila ramah, disenangi banyak orang; dlsb.
Dalam hidup ini, manusia bebas memilih sunnatullah mana yang mau dijalaninya, apakah dia mau memilih berbohong atau jujur, apakah mau memilih jadi pandai atau bodoh. Semua adalah pilihan. Oleh karena itu, Allah mengutus Rasulullah dan menurunkan Al-Quran kepadanya agar manusia dapat memilih jalan hidup yang baik dan benar.
Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang paling disayang oleh Allah, sehingga bila manusia mentauhidkan Allah, maka Allah akan memberikan petunjuk padanya melalui hatinya. Petunjuk Allah dapat terdengar oleh hati manusia yang MAU senantiasa MENGAKUI bahwa Allah adalah TUHANnya. Petunjuk yang Allah berikan dapat membantu manusia menyelesaikan berbagai persoalan hidupnya. Petunjuk yang diterima melalui hati nurani, dapat dipakai untuk memahami makna ayat-ayat Al-Quran. (QS. An-Nahl: 2)
Maka itu, jalanilah hidup ini dengan selalu mentauhidkan Allah agar kita mendapat petunjuk dalam memilih sunnatullah yang akan kita jalani.
2 March 2007 at 7:44 |
Kalau jalan kebenaran itu sendiri, banyak pilihannya nggak? Pilihan ‘kan nggak mesti benar-salah…
10 March 2007 at 11:03 |
Tauhid?
Konsep besar yg gagah perkasa….
btw, bagaimana gerangan mentauhidkan Allah itu?
Salam Kenal.
18 March 2007 at 12:38 |
Ya menyembah Allah. Menganggap Allah sebagai satu-satunya Tuhan. Hohoho~
25 July 2007 at 10:38 |
dunia ini penuh sandiwara!!!!!
hahaha!!
25 July 2007 at 10:41 |
jangan terlalu bingung dengan hal yang terlalu kecil, upayakan untuk kembali ke jalan Allah dan Rasulnya. mudah kan!!!!!!
18 August 2007 at 9:25 |
Kembali kalo pernah disana, kalo belum pernah di sana bagaimana?
20 February 2008 at 1:41 |
manusia dikenai Qada’ yang terdiri dari dua jenis. yang pertama yang dikuasai oleh manusia seperti mencuri, berbohong, dll, karena manusia bebas memilih (mau yang baik atau buruk) perbuatan tersebut ada hisabnya. yang kedua yang menguasai manusia seperti terlahir menjadi cowok, idung pesek, dll hal tersebut diluar pilihan manusia sehingga tidak dihisab. nah kalo Qadar adalah khasiat benda seperti khasiat membakar pada api, tajam pada pisau, manusia bebas memilih mau digunakan untuk apa khasiat-khasiat benda tersebut. untuk keburukan atau kebaikan. yang penting bagi kita adalah menjalani hidup dengan peraturan Allah. kalo kita shalat dengan cara islam, mandi, dengan cara islam, makan dengan cara islam, berartimkita juga harus berpolitik, berekonomi, bersosial, pendidikan juga dengan dengan cara islam. khan nggak enak kalo kita shalat dengan cara islam tapi melakukan riba, ato pacaran, khhan ga logis. apa kata Allah dan Rasul-Nya?
19 August 2008 at 1:13 |
[...] berpendapat bahwa seorang banci tetap berhak hidup, berhak menikah dan mempunyai anak. itu pilihan hidup banci tersebut. ada pula yang memilih mengganti jenis kelaminnya dari cowo menjadi cewe, kemudian [...]
21 May 2009 at 7:00 |
Dipilih dipilih !!!! Ayo ayo.