Pandangan saya tentang dejavu

21 April 2008

manusia pada dasarnya diberikan Allah pendengaran, penglihatan dan hati (lihat QS. 46. Al Ahqaaf: 26).

Kata Kalbu (Qolb) memiliki banyak sinonim yaitu roh, rohani, jiwa, diri, hati (Qolb). Kalbu adalah bagian yang halus dari susunan kehalusan manusia yang memiliki kecenderungan kepada sifat-sifat Allah. Wujud dari kalbu secara riil pada jasmani adalah dalam bentuk sifat/akhlak atau perilaku manusia yang baik sesuai pandangan Al-Quran. Di dalam Al-Quran sekitar 11 ayat menjelaskan tentang ruh; jiwa 36 ayat; hati sekitar 267 ayat dan hati lebih cenderung pada kata Qolb; nyawa sekitar 12 ayat dan tentang diri lebih dari 400 ayat.

hati merupakan pusat kecerdasan, dalam hati juga pada hakikatnya pengetahuan2 itu berada.

apa yang kita dengar, kita lihat, kita lakukan, semuanya terekam dalam otak. bila dipandang dari sisi kejiwaan, sebenarnya semua pengetahuan tersebut disimpan oleh hati (jiwa) sampai dibawa ke akhirat sana.

berkaitan dengan dejavu, atau sesuatu yang “pernah kita alami sebelumnya”, menurut saya itu adalah hasil kerja otak yang mengolah informasi-informasi yang tersimpan di dalamnya (otak dan hati menurut saya mempunyai hubungan yang amat erat, atau bisa dikatakan pula otak merupakan representasi dari hati, ada penelitian yang menyatakan –saya lupa sumbernya– bahwa ‘perasaan’ merupakan aktifitas dari otak, karena ada aktifitas otak tertentu ketika manusia memainkan perasaannya.)

dalam ajaran islam, hati itu telah diberikan pengetahuan oleh Allah, sejak dahulu kala, sejak kita baru diciptakan di alam ruh. (lihat QS. 75. Al Qiyaamah: 14)
dari dulu, bahkan dari kita dalam kandungan, kita menerima berbagai informasi, ketika kecil kita pun menerima berbagai informasi hingga saat ini pun kita menerima berbagai informasi.

saya mengambil kesimpulan bahwa dejavu adalah hasil kerja otak yang mengolah informasi-informasi dari otak (jiwa), yang mengkombinasikannya sedemikian rupa sehingga menghasilkan informasi yang (hampir) mirip dengan yang kita rasakan sekarang.

contohnya coba anda mengulang2 melalui suatu jalan yang sama selama satu tahun. kemudian, anda “lupakan” selama 5 tahun, lalu tahun ke 6 anda melalui kembali jalan tersebut. apakah anda akan merasakan “dejavu”??

namun kesimpulan tersebut bukanlah berarti kebenaran mutlak, masih ada (mungkin) kebenaran yang lebih benar. silakan baca: WYBIWYG


Hak Asasi Manusia dan Kesetaraan Gender

5 April 2008

Ngeri membaca berita Islam Mengakui Lesbianisme, saya memutuskan untuk memposting tulisan ayah saya tentang Hak Asasi Manusia dan Kesetaraan Gender
dalam draft buku “Mendengar Suara Hati” (insya Allah akan segera diterbitkan).

Hak Asasi Manusia

Nanda yang cerdas, tahukah Nanda bahwa di abad 21 ini salah satu isu yang paling menyita perhatian bangsa-bangsa di dunia adalah hak asasi manusia dan kesetaraan gender (baca; jender).
Dalam tinjauan agama Islam, hukum itu hakikatnya datang dari Allah, dan Dia-lah yang pertama kali yang menghukum (mengusir Iblis dari surga karena tidak mau menghormat pada manusia pertama, Adam. a.s.), sebagaimana firman-Nya, “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina” (QS:7:13). Demikian Nanda, karena itu jugalah Ya Hakimu (yang menghukum) adalah satu dari 99 asma (nama) Allah.

Nanda yang budiman. Hak asasi manusia bermula dari Barat, (Inggris) pada abad ke 13 sampai meletusnya perang dunia II. Karena bermula dari Barat, ukuran dan standar martabat manusia yang menjadi acuan dalam hak asasi manusia di negara-negara Timur yang pernah dijajah oleh negara Barat pada akhirnya sangat terpengaruh oleh Barat. Pada titik inilah kita harus berani mengkritisi dan menyaring, yang mana sih konsep hak asasi manusia yang selaras dengan kandungan Al Qur’an dan Sunnah dan mana yang harus kita tolak. (pada titik ini apakah nanda setuju dengan jalan pikiran paman? Kalo enggak setuju ya tidak apa-apa, enggak bakalan ada polisi yang menangkap Nanda kan?)

Read the rest of this entry »


What You Believe Is What You Get (WYBIWYG)

4 April 2008

Korek api

ada sebuah cerita tentang kotak korek api…

alkisah ada dua orang anak dan seorang bijak, katakanlah si badu dan budi, berdebat tentang gambar yang tertera di kotak korek api, dari sisi yang satu si badu melihat gambar kepala orang, sedangkan si budi melihat gambar burung merak di sisi lainnya. keduanya berdebat… Read the rest of this entry »


Hikmah di balik 17-08-45

24 February 2008

Pemirsa! hidup ini seperti sebuah film! film kehidupan!

scene berikut terjadi di ruang tamu, kediaman Bp. Azwar Anas pada tanggal 24 Februari 2008, sekitar pukul 8 malam.

Jenderal berumur 78 tahun itu duduk di sofa besarnya, mengenakan batik coklat, dalam suasana santai menjelmakan dirinya menjadi seorang Kiayi Sepuh di hadapan kami.

“Sebelum Bung Tomo mengumandangkan kalimat Allah, kita tak pernah menang!” Bp. Azwar Anas berkata dengan nada serius. Pertolongan Allah akan datang bila kita selalu ingat padaNya. “Setelah Bung tomo mengumandangkan ‘Allahuakbar!’, kita menang!” sambungnya. “Kemerdekaan kita merupakan rahmat Allah, lihatlah Quran Surat 8 ayat 45″ tandasnya.

Read the rest of this entry »


Jam di dinding pukul tiga pagi

22 February 2008

Jam Di Dinding Pukul Tiga Pagi

Hairan, Tidak Terasa Seperti Malam Hari
Tak Tersedarkah Aku, Mengapa Begini
Butakah Kalbuku, Kelamnya Hati

bait di atas merupakan bagian dari lirik lagu Rabbani - 7 Hari, tepat pukul 3 pagi hari Jumat, tanggal 22 februari 2008, saya mencoba merefleksikan diri dalam kesendirian malam..

Kalbu atau hati, merupakan softwarenya manusia. Dalam buku “Eksistensi Rohani Manusia” (Jakarta: Yayasan Majelis Ta’lim HDH, 2004. -Anda bisa menemukannya di Perpustakaan Nasional), pengertian Qolb/Ruh, adalah sebagai berikut.

Kata Kalbu (Qolb) memiliki banyak sinonim yaitu roh, rohani, jiwa, diri, hati (Qolb). Kalbu adalah bagian yang halus dari susunan kehalusan manusia yang memiliki kecenderungan kepada sifat-sifat Allah. Wujud dari kalbu secara riil pada jasmani adalah dalam bentuk sifat/akhlak atau perilaku manusia yang baik sesuai pandangan Al-Quran. Di dalam Al-Quran sekitar 11 ayat menjelaskan tentang ruh; jiwa 36 ayat; hati sekitar 267 ayat dan hati lebih cenderung pada kata Qolb; nyawa sekitar 12 ayat dan tentang diri lebih dari 400 ayat.

Secara hakekat pengertian kalbu ialah degradasi Eksistensi Jiwa-Nya, Dzat-Nya, Sifat-sifat-Nya dan Nur-Nya dari yang tak berhingga Kehalusan-Nya menjadi yang berhingga dan berdimensi. Pengertian ini identik dengan zat yang memiliki kemuliaan dan kehalusan akhlak/sifat yang tinggi.

Kalbu (jiwa) adalah tempat kecerdasan, karena sifat-sifatnya merupakan degradasi (penurunan) dari asmaul husna. Bila jiwa dikotori, maka reduplah degradasi sifat-sifat Allah tersebut. Dalam Al-Quran Surat Asy Syams, Allah berfirman:

asy-syams-9-crop.jpg
“sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu”.
(QS. Asy Syams: 9)

asy-syams-10-crop.jpg
“dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya”.
(QS. Asy Syams: 10)

Seorang guru yang bijak pernah mengatakan bahwa ketika jiwa manusia disucikan sehingga timbul kesadaran diri bahwa diri kita bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, hanya hamba Allah, maka manusia tersebut akan menjadi cerdas dan mudah memahami hal-hal yang dipelajarinya. Sesuai dengan firman Allah:

al-qiyamah-14.jpg
“Akan tetapi di dalam diri manusia ada bashirah (yang tahu)”.
(QS. Al Qiyaamah: 14)

Karena itu, bolehlah kita simpulkan bahwa setiap manusia itu CERDAS bila hatinya (jiwa) SUCI dan SADAR akan EKSISTENSI dirinya (bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, hanya hamba Allah yang DICIPTAKAN).

Ada beberapa tips penyucian hati yang dilantunkan oleh Opick:
Obat hati ada lima perkaranya…
Yang pertama baca Quran dan maknanya…
Yang kedua, shalat malam dirikanlah…
Yang ketiga berkumpullah dengan orang sholeh…
Yang keempat, perbanyaklah berpuasa…
Yang kelima, dzikir malam perpanjanglah…

Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk terus menerus menyucikan jiwa kita, sehingga kita senantiasa menjadi manusia-manusia cerdas dan berguna bagi agama, keluarga, bangsa dan dunia. Amiin.